Teori
konflik Dahrendorf adalah mata rantai antara konflik dan perubahan sosial.
Konflik menurutnya memimpin kearah perubahan
dan pembangunan. Dalam
situasi konflik golongan
yang terlibat
melakukan
tindakan-tindakan
untuk mengadakan perubahan dalam struktur sosial.
Kalau konflik itu terjadi secara hebat maka
perubahan yang timbul akan bersifat radikal.
Begitu pula kalau konflik itu disertai oleh penggunaan kekerasan maka perubahan struktural akan efektif.
Teori
konflik Dahrendorf adalah hubungan konflik dengan perubahan. Dalam hal ini
Dahrendorf mengakui pentingnya pemikiran Lewis Coser yang memusatkan perhatian
pada fungsi konflik dalam mempertahankan status quo. Tetapi, Dahrendorf
menganggap fungsi konservatif dari konflik hanyalah satu bagian realitas
sosial, konflik juga menyebabkan perubahan dan perkembangan. Singkatnya,
Dahrendorf menyatakan bahwa segera setelah kelompok konflik muncul, kelompok
itu melakukan tindakan yang menyebabkan
perubahan dalam struktur sosial.
Pierre
van den Berghe mengemukakan empat fungsi dari konflik:
1.
Sebagai alat untuk memelihara
solidaritas
2.
Membantu menciptakan ikatan aliansi
dengan kelompok lain
3.
Mengaktifkan peranan individu yang
semula terisolasi
4.
Fungsi komunikasi.
No comments:
Post a Comment