16 October 2017

Konflik dan Perubahan Sosial

Teori konflik Dahrendorf adalah mata rantai antara konflik dan perubahan sosial. Konflik menurutnya memimpin kearah perubahan  dan  pembangunan.  Dalam  situasi  konflik  golongan  yang terlibat  melakukan  tindakan-tindakan  untuk  mengadakan  perubahan dalam struktur sosial. Kalau konflik itu terjadi secara hebat maka perubahan yang timbul akan bersifat radikal. Begitu pula kalau konflik itu disertai oleh penggunaan kekerasan maka perubahan struktural akan efektif.
Teori konflik Dahrendorf adalah hubungan konflik dengan perubahan. Dalam hal ini Dahrendorf mengakui pentingnya pemikiran Lewis Coser yang memusatkan perhatian pada fungsi konflik dalam mempertahankan status quo. Tetapi, Dahrendorf menganggap fungsi konservatif dari konflik hanyalah satu bagian realitas sosial, konflik juga menyebabkan perubahan dan perkembangan. Singkatnya, Dahrendorf menyatakan bahwa segera setelah kelompok konflik muncul, kelompok itu melakukan tindakan  yang menyebabkan perubahan dalam struktur sosial.
Pierre van den Berghe mengemukakan empat fungsi dari konflik:
1.      Sebagai alat untuk memelihara solidaritas
2.      Membantu menciptakan ikatan aliansi dengan kelompok lain
3.      Mengaktifkan peranan individu yang semula terisolasi

4.       Fungsi komunikasi.

No comments:

Post a Comment