Definisi Komunikasi
Politik - Secara definitif, ada beberapa pendapat sarjana politik,
diantaranya Nimmo, mengartikan politik
sebagai kegiatan orang secara kolektif yang mengatur perbuatan mereka di dalam
kondisi konflik sosial. Dalam berbagai hal orang berbeda satu sama lain –
jasmani, bakat, emosi, kebutuhan, cita-cita, inisiatif , perilaku, dan
sebagainya. Lebih lanjut Nimmo menjelaskan, kadang-kadang perbedaan ini
merangsang argumen, perselisihan, dan
percekcokan. Jika mereka menganggap perselisihan itu serius, perhatian mereka
dengan memperkenalkan masalah yang bertentangan itu, dan selesaikan,inilah
kegiatan politik.
Bagi Lasswell,
ilmu politik adalah
ilmu tentang kekuasaan.
Berbeda dengan David Easton
dalam Sumarno, mendefinisikan politik
sebagai berikut: Political as
a process those
developmental processes through
which person acquire political orientation and patterns of behavior.
Dalam
definisi ini David Easton menitik beratkan
bahwa politik itu
sebagai suatu
proses di mana dalam perkembangan proses tersebut
seseorang menerima orientasi politik tertentu
dan pola tingkah
laku.
Apabila
definisi komunikasi dan definisi politik itu kita kaitkan dengan komunikasi
politik, maka akan terdapat suatu rumusan
sebagai berikut: Komunikasi politik adalah komunikasi yang diarahkan
kepada pencapaian suatu pengaruh sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas
oleh jenis kegiatan komunikasi ini, dapat mengikat semua warganya melalui suatu
sanksi yang ditentukan bersama oleh lembaga-lembaga politik.
Mengenai komunikasi politik ini (political
communication) Kantaprawira, memfokuskan pada kegunaanya, yaitu untuk
menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam masyarakat, baik pikiran intra
golongan, institusi, asosiasi, ataupun sektor kehidupan politik masyarakat
dengan sektor kehidupan politik pemerintah.
Dengan
demikian segala pola pemikiran, ide atau upaya untuk mencapai pengaruh, hanya
dengan komunikasi dapat tercapainya segala sesuatu yang diharapkan, karena pada
hakikatnya segala pikiran atau ide dan kebijakan (policy) harus ada yang
menyampaikan dan ada yang menerimanya, proses tersebut adalah proses
komunikasi.
Lasswell,
memandang orientasi komunikasi politik telah menjadikan dua hal sangat jelas:
pertama, bahwa komunikasi politik selalu berorientasi pada nilai atau berusaha
mencapai tujuan; nilai-nilai dan tujuan itu sendiri dibentuk di dalam dan oleh
proses perilaku yang sesungguhnya merupakan suatu bagian; dan kedua, bahwa
komunikai politik bertujuan menjangkau masa depan dan bersifat mengantisipasi
serta berhubungan dengan masa lampau dan senantiasa memperhatikan kejadian masa
lalu.
No comments:
Post a Comment