16 October 2017

Bentuk-bentuk Konflik

Secara  garis  besar  berbagai  konflik  dalam  masyarakat  dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa bentuk konflik berikut ini :

a.       Berdasarkan sifatnya
Berdasarkan  sifatnya,  konflik  dapat  dibedakan  menjadi  konflik destruktuif dan konflik konstruktif.
1.      Konflik Destruktif
Merupakan konflik yang muncul karena adanya perasaan tidak senang,   rasa   benci   dan   dendam   dari   seseorang   ataupun kelompok   terhadap   pihak   lain.   Pada   konflik   ini   terjadi bentrokan-bentrokan fisik yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan harta benda seperti konflik Poso, Ambon, Kupang, Sambas, dan lain sebagainya.
2.      Konflik Konstruktif
Merupakan konflik yang bersifat fungsional, konflik ini muncul karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok-kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan. Konflik ini akan menghasilkan suatu konsensus dari berbagai pendapat tersebut dan   menghasilkan   suatu   perbaikan.   Misalnya   perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi.

b. Berdasarkan Posisi Pelaku yang Berkonflik
1.   Konflik Vertikal
Merupakan konflik antar komponen masyarakat di dalam satu struktur yang memiliki hierarki. Contohnya, konflik yang terjadi antara atasan dengan bawahan dalam sebuah kantor.
2.   Konflik Horizontal
Merupakan konflik yang terjadi antara individu atau kelompok yang memiliki kedudukan yang relatif sama. Contohnya konflik yang terjadi antar organisasi massa.
3.   Konflik Diagonal
Merupakan konflik yang terjadi karena adanya ketidakadilan alokasi  sumber  daya  ke  seluruh  organisasi  sehingga menimbulkan pertentangan yang ekstrim. Contohnya konflik yang terjadi di Aceh.
Soerjono Soekanto membagi konflik sosial menjadi lima bentuk yaitu:

1.      Konflik  atau  pertentangan  pribadi,  yaitu  konflik  yang  terjadi antara dua individu atau lebih karena perbedaan pandangan dan sebagainya.
2.      Konflik  atau  pertentangan  rasial,  yaitu  konflik  yang  timbul akibat perbedaan-perbedaan ras.
3.      Konflik   atau   pertentangan   antara   kelas-kelas   sosial,   yaitu konflik yang terjadi disebabkan adanya perbedaan kepentingan antar kelas sosial.
4.      Konflik  atau  pertentangan  politik,  yaitu  konflik  yang  terjadi akibat adanya kepentingan atau tujuan politis seseorang atau kelompok.
5.      Konflik  atau  pertentangan  yang  bersifat  internasional,  yaitu konflik yang terjadi   karena   perbedaan   kepentingan   yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.
Sementara  itu,  Ralf  Dahrendorf   mengatakan   bahwa  konflik  dapat dibedakan atas empat macam, yaitu sebagai berikut :
1.      Konflik antara atau yang terjadi dalam peranan sosial, atau biasa disebut  dengan  konflik  peran.  Konflik  peran  adalah  suatu keadaan di mana individu menghadapi harapanharapan yang berlawanan dari bermacam-macam peranan yang dimilikinya.
2.        Konflik antara kelompok-kelompok sosial.
3.      Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisir dan tidak terorganisir.
4.      Konflik antara satuan nasional, seperti antar partai politik, antar negara, atau organisasi internasional.



No comments:

Post a Comment